Fenomena kekeringan panjang akibat musim kemarau sedang melanda berbagai wilayah di Indonesia. Mundurnya awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berdampak pada berbagai aspek kehidupan, salah satunya krisis air bersih yang dialami masyarakat.
Krisis air bersih akibat kemarau panjang saat ini melanda berbagai wilayah di Indonesia khususnya juga Kabupaten Kepahiang . Kondisi tersebut dipicu oleh penurunan debit sumur, penyusutan sumber air, serta menurunnya daya dukung lingkungan dan alih fungsi lahan.
Baca Juga:Perkuat Armada Damkar, Bupati Kepahiang Ajukan Proposal Hibah ke Pemprov JakartaKrisis air bersih akibat kemarau juga terjadi di sejumlah wilayah yang tersebar di Kecamatan Kepahiang terutama Kelurahan Dusun Kepahiang. Salah satu wilayah yang terdampak krisis air bersih warga Dusun Kepahiang.
Neti ( 40 ) sala satunya, warga Kelurahan Dusun Kepahiang, RW 04 / RT 08 seberang Cokoa , mengaku mengalami kekurangan air bersih akibat sumur di rumahnya kekeringan sejak awal bulan September tahun 2026. Akibat kekeringan sumur tersebut, ia terpaksa membeli air bersih ditampung dengan tedmond ukuran 1200 liter.
“Akibat kemarau panjang ini air sumur kami sudah kering, cukup repot jadinya. Terpaksa membeli air bersih per tedmond isi 1200 liter . Dengan harga perliternya Rp 80 ribu. Air kami pakai untuk satu rumah ini seminggu habis satu tedmond” tutur Neti, Rabu 21 Oktober 2026.
Sementara untuk keperluan mandi dan mencuci, menurut Neti, warga Dusun Kepahiang mulai mandi air Ketapang aliran Sungai yang dekat dengan rumah. Hal itu dilakukan karena untuk memanfaatkan air sumur dirumah masing-masing sudah kering dan sudah tidak ada isinya lagi sumur, selain airnya tidak ada biaya kuras sumur sangatlah mahal.
"Kondisi warga khususnya saya harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau. Kekeringan yang berkepanjangan pun semakin menyulitkan masyarakat dalam memperoleh air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Kita berharap juga ada bantuan dari dinas terkait untuk pemenuhan air bersih bagi warga secara gratis ", pungkas Netti ( ptr )




